BeRikanLah WakTu…..

Ada sebatang pohon mangga. Daunnya rimbun, sarat berbuah sepanjang tahun. Seorang anak kecil sangat senang bermain di pohon mangga setiap harinya. Memanjat ke puncak pohon, merayap ke dahan, dan memetik buahnya. Kemudian meluncur turun bersandar di batang pohon dan terlelap dalam kesejukan naungan daun yang rimbun. Ia mencintai pohon mangga itu dan demikian pula pohon mangga itu kepadanya.

Waktu berlalu dengan cepatnya. Anak kecil itu tumbuh menjadi remaja. Dia tidak lagi suka bermain-main dan tentunya jarang mendatangi pohon mangga itu.

Sampai suatu hari si remaja menghampiri pohon mangga dengan wajah muram. Pohon mangga menyambutnya dengan gembira:
“Mari bermain seperti dahulu”.
“Saya bukan anak-anak lagi, saya sudah remaja, sudah tidak senang bermain”.
“Lalu apa masalahmu. Katakanlah, mungkin saya dapat menolongmu,” pohon mangga membujuk.
“Begini, saya ingin mempunyai kecapi yang merdu untuk menghibur kekasihku,” si remaja ini mengutarakan kemusykilannya.
“Oh, itu mudah, petiklah buahku, kemudian juallah untuk memperoleh uang. Maka engkau dapat membeli kecapi yang merdu”.

Baca lebih lanjut

Iklan